Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MULIAKAN ALLAH DENGAN TUBUHMU PART 1

Muliakan Allah dengan tubuh kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema muliakan Allah dengan tubuh kita diambil dari surat Roma. Demikianlah firman Tuhan : “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” – Roma 12:1-2. TUBUH adalah fisik yang utuh terdiri dari bagian-bagian atau organ yang disebut makhluk hidup yang bertumbuh dan berakhir dengan kematian. Antropotomi adalah ilmu yang mempelajari tentang anatomi tubuh manusia. Kalau tubuh manusia sudah mati dan menemui ajalnya, disebut mayat yang siap untuk dikubur. Organ tubuh : Kepala, Leher Badan, Kaki-Tangan, dada, perut dan lain-lain, adalah satu kesatuan untuk memuji ALLAH. Jika bagian-bagian tubuh itu tidak terkoordinasi untuk memuliakan TUHAN, apa jadinya ya ? Yesus Berkata : “Matius 5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”
Tubuh membutuhkan makanan dan minuman. Tubuh (fisik) yang sehat tetapi tanpa bermoral sama dengan makhluk hidup lainnya yang disebut binatang. Tubuh yang mengenal ALLAH disebut manusia yang seati, sebab manusia menurut ALKITAB adalah makhluk ilahi, yang diciptakan oleh tangan ALLAH sendiri. Manusia yang diciptakan itu memiliki kewajiban kepada penciptanya, yaitu : Satu, merawat TUBUH itu supaya tetap sehat. Tubuh harus sehat dan dirawat, Motto Olah Raga MENSANO INCOPORESANO : “dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Bayangkan saja, umur tokoh-tokoh Alkitab sampai 900 tahun misalnya NUH, dan beberapa orang lainnya yang berusia sangat panjang. Mereka benar-benar menjaga hidupnya dengan memakan biji-bijian saja. Manusia bertanggung jawab merawat tubuhnya supaya memuliakan ALLAH. MENGENAI TUBUH DAN MAKANAN. Tubuh manusia membutuhkan makanan agar tetap sehat dan hidup. Rantai makanan memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan jaringan tubuh. Makanan yang sehat menjadikan tubuh yang sehat pula. Ada makanan yang dilarang dan ada makanan yang dihalalkan. Tujuannya adalah agar manusia dapat mengendalikan nafsu makannya terhadap makanan yang berbahaya bagi tubuh. Namun, Paulus menyatakan semua itu tidak penting baginya. Soal makanan tidak dapat menggantikan posisi iman manusia terhadap Tuhan. Tetapi yang terpenting adalah “apakah makanan itu berguna bagi bertumbuhnya tubuh yang sehat atau tidak?”. BAHAN ANALISA KITA adalah I KORINTUS 6:12-20, mari kita mulai dari Ayat 12. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. Jika tubuh sehat tentu ALLAH senang, ALLAH mau berada disana, tetapi tubuh yang sakit-sakitan misalnya karena NARKOBA; apakah ALLAH mau tinggal untuk mendiaminya? Allah memilih tubuh mereka yang berkomitmen menjaga kekudusan hidup. ALLAH menggunakan tubuh manusia sebagai “MEDIA UNTUK BERKARYA”. Apakah saudara rela menjadi media bagi ALLAH? Jika itu terjadi, maka hidup manusia itu telah menuju kesempurnaan. Saudara, kalau prinsip saya, saya mau dan sangat senang! oleh karena itu aku jaga tubuhku, tidak merusaknya dengan perbuatan yang tidak baik, tidak menodainya dan tidak nya dengan perbuatan yang hina. Mempersoalkan makanan haram dan halal, hanya menimbulkan debat yang panjang. Apakah makanan halal mampu membuat manusia layak dihadapan ALLAH? Saudara-saudara target Paulus sama sekali tidak bermaksud memberi kelonggaran untuk menafsirkan haram dan halal suatu makanan. Sesungguhnya harapan PAULUS adalah bukan apa yang kita makan dan minum yang membawa kita kepada RUANG MAHA KUDUSNYA ALLAH KITA, sebab ayat 13: Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Urusan makanan dan perut tidaklah kekal, tidak begitu penting untuk dibahas oleh Paulus. Perut berurusan dengan makanan, bukan urusan jiwa dan roh. Sekalipun apa yang masuk dalam perut bisa membunuh tubuh, tetapi tetap tidak bisa menyelamatkan jiwa juga.

Post a Comment for "MULIAKAN ALLAH DENGAN TUBUHMU PART 1"