Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bijaksana Mengisi Hidup Dalam Waktu Yang Terbatas

Bijaksana mengisi hidup dalam waktu yang terbatas ~ Landasan firman Tuhan untuk tema bijaksana mengisi hidup dalam waktu yang terbatas, diambil dari kitab Mazmur. Demikianlah firman Tuhan yang ditulis oleh Musa : “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” – Mazmur 90:12. Alkitab mengisahkan tentang hidup Musa begitu berwarna. Ia telah menjalani hidupnya dalam kurun waktu yang telah Tuhan tetapkan. Dalam kurun waktu hidup Musa, ia telah mengisi hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan dan tahun-tahun dengan karya-karya nyata yang dinikmati oleh bangsa Israel. Usia hidup Musa yaitu seratus dua puluh tahun. Walaupun Musa sudah mencapai usia seratusan tahun, tetapi kondisi fisik masih sangat segar dan tidak masalah dengan penglihatannya – Ulangan 34:7 : “Musa berumur serratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang”. Itu sebabnya ketika Musa tutup usia, bangsa Israel sangat kehilangan dan meratapinya selama satu bulan. Demikian firman Tuhan terkait dengan hal itu : “Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya” – Ulangan 34:8a. Israel menangisi Musa selama tiga buluh hari tentu karena Musa telah mengisi hidupnya dengan mengabdi bagi Tuhan dan bangsa dengan sepenuh hatinya.
Mazmur 90:1-17 merupakan isi doa Musa : “Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun” – Mazmur 90:1. Bagi Musa, Yahweh Elohim, TUHAN Allah Israel menjadi tempat terutama, tempat terbaik dan tempat terpenting serta tempat teraman untuk berteduh, berlindung dan bernaung. Yahweh Elohim sebagai tempat berlindung bukan saja bagi generasi Musa tetapi juga keturunan selanjutnya dari bangsa Israel. Doa Musa mengajak kita supaya bijak dalam menghitung waktu hidup kita. Permintaan Firman kepada anda. Agak janggal kedengarannya memang. Orang biasa menghitung uang, harta benda dan tagihannya kepada orang lain. Menghitung hari apa gunanya? Kan kita tidak bisa menambah atau mengurangi hari? Tetapi Firman Tuhan tidak pernah keliru apalagi salah. Jika kita membaca ayat diatas hingga selesai, maka diakhir ayat dijelaskan apa tujuannya menghitung hari. Supaya kita beroleh hati yang bijaksana ! Apa maksudnya ? Sadar bahwa hidup kita ada limitasinya. Siapapun kita, kaya atau miskin, orang pandai atau sederhana, rakyat jelata ataupun pemimpin, hidup kita dibatasi waktu. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam – Pengkhotbah 3:2. Sehebat dan sepintar apa pun seseorang, takkan mampu menahan lajunya sang waktu yang terus berjalan tanpa kompromi. Jika waktu berbunyi, kita harus menerima, tidak bisa menunda ataupun menolaknya. Oleh sebab itu jangan pernah sekalipun kita menyia-nyiakan waktu dan jangan biarkan waktu berlalu dengan sia-sia, tanpa arti. Jangan buang-buang kesempatan anugerah Allah. Jika anda sadar, waktu yang anda miliki terbatas, maka anda tidak pernah akan membuang buang waktu. Anda tidak juga akan memakai waktu anda untuk perkara yang sia sia. Sebaliknya anda akan memakai waktu anda dengan penuh perhitungan. Karena waktu yang sudah lewat tidak ada gantinya. Ketika kita bisa tentang waktu, maka kita sedang bicara terkait dengan masa kita hidup kita. Dan kalau kita bicara tentang masa hidup kita, maka kita sedang bicara tentang berapa lama kita hidup. Ini juga bicara tentang kesempatan yang ada untuk kita hidup. Hal itu juga bicara tentang waktu yang membatasi anda. Anda tidak akan hidup selamanya. Ada saatnya waktu anda habis alias game over. Anda tidak bisa menolak ketika alarm waktu anda berdering. Itulah sebabnya pegang baik baik nasehat bijak berikut ini : Bekerjalah segiat mungkin seolah-olah engkau akan hidup seribu tahun lagi dan beribadahlah dengan sungguh-sungguh seolah-olah engkau akan mati besok.

Post a Comment for "Bijaksana Mengisi Hidup Dalam Waktu Yang Terbatas"