Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERBEDAAN ANTARA ORANG BENAR DAN ORANG FASIK

Perbedaan antara orang benar dengan orang fasik ~ Landasan firman untuk tema perbedaan antara orang benar dengan orang fasik diambil dari kitab Daniel. Demikianlah firman Tuhan : “Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya” – Daniel 12:10. Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, marilah kita merenungkan firman Tuhan Yesus dengan Roh Kudus yang telah dianugerahkan kepada kita bukan dengan akal budi, karena bila dengan akal budi, kita tidak akan mendapatkan apa-apa untuk pembangunan iman kita. Saudaraku, kita semua tidak ada yang ingin jadi ORANG FASIK. Apalagi kita sudah dalam lingkungan orang-orang PILIHAN dan sekaligus ANAK-ANAK TERANG. Mari kita renungkan, apakah ayat-ayat berikut ini dekat di kehidupan kita saat ini? Orang fasik tidak merasa bersalah kalau ia menerima suap. Firman Tuhan jelas mengatakan demikian : “Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi untuk membelokkan jalan hukum” – Amsal 17:23.
Orang fasik memiliki tujuan hidup yang negative atau cenderung merugikan orang lain. Hal itu dikatakan oleh firman Tuhan demikian : “Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya” – Amsal 12:5. Orang fasik selalu melukai, menyakiti dan senang membuat keonaran serta menjadi provokator. Firman Tuhan mengatakan demikian : “Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya” – Amsal 11:11. Orang fasik memiliki sifat pendendam dan menganggap diri kuat dan hebat. Firman Tuhan mengatakannya demikian : “Orang-orang yang fasik hatinya menyimpan kemarahan; mereka tidak berteriak minta tolong, kalau mereka dibelenggu-Nya;” – Ayub 36:13. Orang fasik memiliki sikap hati yang sombong dan tidak mengakui otoritas, kuasa dan pemerintahan Allah dalam hidup mereka. Firman Tuhan menegaskan demikian : “Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!, itulah seluruh pikirannya” – Mazmur 10:4. Orang fasik suka melanggar hak asasi manusia yang dibutkiakn dengan tindakan yang tidak peduli dengan kehidupan dan hak-hak orang lemah. Demikianlah firman Tuhan untuk orang fasik : “Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya” – Amsal 29:7. Tentu terdapat banyak lagi karakteristik orang fasik yang tentunya merugikan hidup banyak orang. Masihkah kita layak disebut sebagai orang-orang benar atau anak-anak terang atau orang-orang pilihan Allah? Bila kita tergolong orang fasik, bisakah kita merasakan pemurnian itu sebagai bentuk kasih sayang Tuhan Yesus kepada kita? Bukankah akal budi kita yang akan merespon langkah pemurnian tersebut? Dan apakah hasilnya? Tentunya ketidaknyamanan, sungut-sungut, bingung, bahkan berani menyalahkan dan menantang Tuhan Yesus. Setelah melihat bagaimana buruknya karakter orang fasik, marilah kita berjuang supaya sifat-sifat orang fasik jangan ada pada diri kita. Mari mengikuti proses pemurnian hidup, motivasi dan tujuan luhur kita. Dengan begitu, maka kita tetap bersyukur dan bersukacita untuk meninggalkan kefasikan dunia, dengan berbagai cara seperti : 1. Rindu mendengar firman Tuhan dan melakukannya (Matius 7 : 24) 2. Selalu berjaga-jaga dengan mempersiapkan diri dengan baik (Amsal 6 : 6-8) 3. Mau menerima hajaran, didikan dan teguran (Amsal 9 : 9) 4. Takut akan Tuhan (Amsal 1 : 7) 5. Rendah hati dan tidak sombong (Amsal 11 : 2) 6. Mengandalkan Tuhan dalam segala hal (Amsal 3 : 5-6) Ketika sikap hidup kita seperti orang-orang bijaksana, pasti akan sangat rindu untuk selalu dimurnikan/disucikan agar kita dapat melihat Allah dan merasakan kehadiran-Nya dalam kehidupan kita, sehingga kita terus dapat berbuah bahkan sampai kita dipanggil Tuhan Yesus, karena upah atas semua yang baik dan benar itu adalah “tiket” menjadi warga kerajaan surga. Matius 5:8 : “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Dan orang lain akan melihat dan merasakan Tuhan Yesus ada didalam kita, karena kita telah diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Yohanes 1:12 : “Namun, mereka yang menerima Dia diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya kepada nama-Nya”.

Post a Comment for "PERBEDAAN ANTARA ORANG BENAR DAN ORANG FASIK"