Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Yang Anda Wariskan Bagi Anak Dan Cucu?

Apa yang anda wariskan bagi anak dan cucu? ~ Landasan firman Tuhan untuk tema apa yang anda wariskan bagi anak dan cucu?, diambil dari kitab Mazmur. Demikianlah firman Tuhan : “Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yg takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yg berpegang pada perjanjian-Nya dan yg ingat untuk melakukan titah-Nya” – Mazmur 103:15-18. Anak dan cucu merupakan generasi penerus keturunan dari sebuah keluarga. Orangtua pada umumnya selalu memikirkan keberlangsungan hidup dari keturunannya. Salah satu yang menjadi fokus perhatian orangtua untuk anak-anak dan cucu-cucunya ialah berkaitan dengan harta kekayaan. Itu sebabnya, hampir semua orangtua bekerja keras mengumpulkan harta untuk diwariskan kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Separoh dari hidup orangtua umumnya dihabiskan untuk bekerja demi mengumpulkan harta kekayaan untuk keturunannya. Semua usaha dan kerja keras orangtua untuk mengumpulkan harta kekayaan bagi keturunannya tidaklah salah. Karena memang itulah salah satu wujud tanggung jawab orangtua kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Harapannya dari semua usaha dan kerja keras tersebut ialah supaya anak-anak dan cucu-cucunya tidak mengalami kesulitan ketika orangtua sudah meninggal dunia.
Tetapi perlu juga diperhatikan secara serius oleh setiap orangtua yaitu tentang kerohanian atau spiritualitas dari anak-anak dan cucu-cucunya. Tidaklah seimbang bila setiap orangtua hanya sibuk mengurus kebutuhan dari anak-anak dan cucu-cucunya hal-hal yang sifatnya temporal atau sementara saja. Fakta sosial membuktikan bahwa harta kekayaan yang dikumpulkan oleh setiap orangtua, yang spirit awalnya adalah untuk kebaikan dan kebahagiaan anak-anak dan cucu-cucunya, menjadi masalah yang membuat relasi di antara anak-anak dan cucu-cucunya menjadi tidak harmonis. Berkat-berkat dari Tuhan yang dipercayakan kepada setiap orangtua bukan lagi membawa kebahagiaan tetapi justru konflik dan malapetaka bagi keturunan mereka. Mengapa bisa terjadi demikian? Karena orangtua tidak mewariskan nilai-nilai spiritual/ nilai-nilai iman kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Oleh karena itu, sebagai orangtua Kristen sudah selayaknya menyadari bahwa pentingnya keseimbangan antara hidup materi dan hidup rohani. Orangtua memiliki tanggung jawab bukan saja mewariskan harta kekayaan sebagai berkat materi dari Tuhan tetapi juga harus mewariskan berkat rohani yaitu iman, pengharapan dan kasih kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Orangtua dengan melaksanakan peran dan fungsinya secara baik, seimbang dan benar, sesungguhnya ia sedang menanamkan benih ilahi ke dalam roh dan jiwa anak-anak dan cucu-cucunya. Orang-orang yang hidupnya memperkenankan hati Tuhan, yang menghargai Tuhan, akan mewarisi kasih setia Tuhan dan mewariskan janji berkat ini kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Orangtua haruslah menjadi teladan bagi anak-anak dan cucu-cucunya bukan saja dalam hal kerja keras untuk mengumpulkan harta dunia, tetapi juga menjadi teladan dalam mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Firman Tuhan tegaskan demikian : “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” – Matius 6:33. Orangtua diperintahkan untuk memprioritaskan Allah dan kebenarannya. Artinya membangun relasi hidup rohani terlebih dahulu dengan Tuhan. Iman, pengharapan dan kasih kepada Tuhan harus dirawat dan ditumbuhkembangkan dalam kehidupan seluruh anggota keluarga termasuk di dalamnya anak-anak dan cucu-cucunya. Ada janji Tuhan bahwa orangtua yang memprioritaskan relasi mereka dengan Tuhan dan kebenarannya, maka berkat-berkat dari Tuhan akan ditambahkan atau dilipat-gandakan dalam hidup keluarganya. Kiranya Tuhan menolong kita untuk menghargai Tuhan dan hidup takut akan Tuhan. Kita akan menjadi pewaris janji berkat kasih setia Tuhan dan mewariskannya bagi anak-anak dan cucu-cucu kita, bila kita mau hidup memperkenankan hati Tuhan. Sudahkah kita hidup menjadi berkat buat anak cucu kita?

Post a Comment for "Apa Yang Anda Wariskan Bagi Anak Dan Cucu?"